Senin, 28 Juni 2010

Proses Terbentuknya Galaksi

Bila kita memandang langit yangtidak ada bulan pada malam yang gelap dan bersih dari awan maka disamping melihat ribuan bintang yang berkelip itu, kita akan melihat sebangsa awan atau kabut putih yang panjang diatas kita. Kabut itu dikenal dengan milky way atau kabut susu atau lebih terkenal lagi dengan bima sakti. Sepintas lalu kelihatannya seperti awan yang samar-samar, namun bila diperhatikan agak lama akan tampaklah berates-ratus kelap kelip kecil memenuhi kabut itu dimana benda yang kelap kelip itu sesungguhnya tak lain adalah bintang –bintang juga. Bima sakti yang terdiri dari kumpulan bintang-bintang itu disebut galaksi. Galaksi sebenarnya merupakan kumpulan bintang yang jumlahnya bermilyar-milyar, hanya karena jauhya letak bintang-bintang tadi maka tampaknya seolah-olah seperti awan atau kabut.
Penemuan Baru tentang Proses Pembentukan Galaksi Kerdil (Dwarf Galaxy)
NASA's Galaxy Evolution Explorer reveals, for the first time, dwarf galaxies forming out of nothing more than pristine gas likely leftover from the early universe. Credit: NASA/JPL-Caltech/DSS

Astronom, dengan menggunakan Galaxy Evolution Explorer (GALEX) milik NASA, telah menemukan galaksi baru di rasi Leo yang kelihatannya terbentuk dari gas yang hanya sedikit mengandung materi gelap (dark matter) dan unsur logam. Gas ini mungkin merupakan gas sisa awal pembentukan alam semesta. Sebelumnya, diperkirakan bahwa materi gelap dan unsur logam merupakan unsur pembangun (building block) untuk pembentukangalaksi.

Galaksi kerdil adalah kumpulan bintang-bintang berskala relatif kecil yang seringkali mengorbit galaksi lain yang lebih besar (misalkan : LMC dan SMC yang mengorbit galaksi kita, Milky Way). Meskipun belum pernah teramati sebelumnya, para peneliti mengatakan bahwa galaksi kerdil tipe baru ini mungkin umum ada di epoch alam semesta yang lebih jauh dan lebih awal (karena semakin jauh jaraknya, semakin jauh kita melihat ke masa lampau). Hal ini disebabkan pada masa (epoch) ini, gas yang mengandung sedikit materi gelap dan unsur logam masih banyak.

Galaksi kerdil yang baru ini ada di konstelasi (rasi) Leo, berupa sebuah kumpulan gas raksasa yang terdiri dari hidrogen dan helium. Awan gas ini diperkirakan adalah objek primordial, yang merupakan sisa material dari masa lalu yang tidak berubah sejak awal alam semesta.

Objek ini telah diamati selama beberapa dekade menggunakan teleskop bertaraf dunia, yang beroperasi pada daerah gelombang radio dan optik. Sebelumnya, tidak pernah teramati adanya bintang di daerah tersebut tetapi ketika diamati dengan Galaxy Evolution Explorer yang sangat peka terhadap panjang gelombang ultraviolet, teramati bukti adanya proses pembentukan bintang raksasa (massive star). Hal ini tidak pernah diduga sebelumnya, ada peristiwa pembentukan galaksi dari sebuah awan gas primordial.

Alam semesta lokal kita mengandung dua galaksi besar, Milky Way (Bimasakti) dan galaksi Andromeda. Masing-masing galaksi mengandung ratusan milyar bintang. Selain itu, ada juga galaksi Triangulum yang mengandung puluhan milyar bintang. Alam semesta lokal kita juga mengandung lebih dari 40 galaksi kerdil, yang hanya memiliki beberapa milyar bintang. Materi gelap yang tak terlihat, terdeteksi dari pengaruh gravitasi-nya, adalah komponen yang utama dari kedua tipe galaksi tersebut, galaksi besar dan kerdil, dengan perkecualian jenis tidal dwarf galaxy.

Tidal dwarf galaxy terkondensasi dari gas yang didaur ulang dari galaksi lain dan telah dipisahkan dari materi gelap, yang semula terkait dengan gas tersebut. Jenis galaksi ini terbentuk ketika terjadinya tabrakan antar galaksi dan interaksi gravitasi antara kedua galaksi yang bertabrakan tersebut. Material galaksi ditarik menjauh dari galaksi induknya dan bagian halo galaksi yang mengandung materi gelap.


Bagian-bagian sebuah galaksi spiral




Dua galaksi yang sedang bertabrakan
Karena kekurangan unsur materi gelap, galaksi baru yang diamati di rasi Leo tersebut menyerupai tidal dwarf galaxy (galaksi yang terbentuk akibat gaya pasang surut (tidal force) ketika terjadi tabrakan antar galaksi) tetapi memiliki perbedaan yang mendasar (fundamental). Material gas yang membentuk tidal dwarf galaxy merupakan sisa material dari sebuah galaksi, yang telah diperkaya dengan unsur logam (unsur yang lebih berat daripada helium) yang diproduksi seiring proses evolusi bintang (bintang raksasa di akhir hidupnya akan melepaskan unsur logam saat meledak menjadi supernova). Galaksi yang ditemukan di rasi Leo tersebut terbentuk dari material gas yang tidak memiliki kandungan unsur logam. Penemuan ini akan memberikan tantangan baru untuk bagi astronom untuk mempelajari proses pembentukan bintang dari gas yang belum diperkaya dengan unsur logam.

Material gas yang masih murni (seperti yang ditemukan di Leo Ring) mungkin merupakan hal yang umum di masa alam semesta yang lebih awal dan hal ini akan berakibat pada lebih besarnya kemungkinan pembentukan galaksi kerdil yang kekurangan materi gelap dan unsur logam.

Sumber : Universe Today

Ahli Astronomi
Edwin Hubble
Nu Mayal
Harlow Shapley
Dasar Teori Terbentuknya Alam Semesta
Dasar teori terbentuknya alam semesta dapat digolongkan kedalam tiga teori yaitu teori kesadaran tetap, teori dentuman besar dan teori osilasi. Teori keadan tetap menekankan bahwa alam semesta sama dimanapun dan bilamanapun atau dengan kata lain tidak berawal dan tidak berakhir yaitu sama dimana-mana dan sama setiap saat. Teori dentuman besar menekankan bahwa pada suatu materi yang ada di alam semesta terpadu dalam satu bola raksasa atau Ylem, dalam bola raksasa ini terjadi fusi Hidrogen menjadi Helium dan alam selalu mengembang dan menipis dan terjadi ledakan yang besar. Teori osilasi meneankan bahwa semua materi dalam alam semesta bergerak saling menjauh lalu berhenti dan mampat demikian terus berulang-ulang.

Komet
Komet termasuk keluarga matahari, nyatanya komet yang pernah Nampak pada suatu waktu akan Nampak kembali. Komet yang terkenal adalah komet Halley yang periodenya tiap 75 tahun, yang telah diamati sejak 239 SM. Terakhir terlihat pada tahun 1910 dan tahun 1986.
Komet adalah benda langit yang sifatnya rapuh, karena itu komet mudah pecah.
Keadaan fisik komet yang berupa materi komet terdiri dari materi meteoric(1/3 bagian) dan materi gembur(mudah menguap) yang merupakan senyawa H, C, N, dan O.
Inti komet berdiameter antara 1 sampai 100 km tampak cemerlang pada bagian kepala komet. Ekor komet adalah materi yang tertiup oleh angin matahari(semburan partikel dari matahari), karenanya kedudukan ekor komet selalu menjauhi matahari.

Asteroid
Asteroid adalah benda langit kecil dan padat yang terdapat dalam sistem tata surya kita.Asteroid adalah contoh dari sejenis planet kecil (atau disebut juga planetoida), namun jauh lebih kecil dari sebuah planet.
steroid berada dalam sebuah sabuk antara Mars dan Yupiter yang disebut sabuk asteroid.
Selama 200 tahun Ceres dianggap sebagai asteroid terbesar. Namun pada 23 Agustus 2001, telah ditemukan asteroid yang lebih besar daripada Ceres. asteroid ini bernama 2001 KX 76, lintasan orbitnya di dekat Pluto. Asteroid yang paling kecil mempunyai diameter beberapa puluh meter.
Meteor
Pada malam hari yang cerah sering kita melihat cahaya setitik berkelabat di langit, orang menyebutnya”bintang beralih”. Sebenarnya benda itu bukan bintang, melainkan benda lluar bumi (berupa partikel padat) yang menerobos atmosfer bumi. Gesekan dengan udara menyebabkan menguapnya benda itu dan pijaran udara di sekelilingnya, peristiwa itu disebut meteor.
Ada definisi atau terminology yang digunakan berkaitan masalah meteor.
Meteorid : benda luar bumi itu ketika masih dalam ruang angkasa atau dalam atmosfer (sering pula disebut meteor)
Meteo : peristiwa berkelebatnya cahaya itu ketika melintasi atmosfer
Meteorit : benda itu, bila jatuh sebelum terbakar habis ketika mencapai permukaan bumi.

Planet
Planet adalah suatu benda gelap yang mengorbit sebuah bintang(Matahari).
Pengelompokan planet:
Berdasarkan dijadikannya Bumi sebagai pembatas;
Planet Inferor,yaitu planet yang orbitnya di dalam orbit Bumi mengitari Matahari.Planet yang termasuk planet inferior adalah Merkurius dan Venus.
Planet Superior,yaitu planet yang orbitnya berada di luar orbit Bumi mengitari Matahari.Planet yang termasuk planet superior adalah Mars, Yupiter, Saturnus ,Uranus, Neptunus, dan Pluto.

Berdasarkan dijadikannya lintasan asteroid sebagai pembatas;
Planet Dalam,yaitu planet yang orbinya di sebelah dalam lintasan asteroid.Yang tergolong planet dalam adalah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
Planet Luar,yaitu planet yang orbitnya di sebelah luar lintasan asteroid.Anggota planet luar adalah Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.
Berdasarkan ukuran dan komposisi bahan penyusunnya;
Planet Terestrial/Kebumian,yaitu planet yang ukuran dan komposisi penyusunnya (batuan) mirip dengan Bumi.Yang termask planet terrestrial adalah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
Planet Jovian/Raksasa,yaitu planet yang sangat besar dan komposisi penyusunnya mirip Yupiter(terdiri dari sebagian besar es dan gas hydrogen).Yang tergolong dalam planet Jovian adalah Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Hukum Gerakan Planet:
1.Hukum I Kepler:”Orbit(lintasan dalam mengitari Matahari) planet berbentuk elips dengan Matahari berada pada salah satu titik apinya.
2.Hukum II Kepler:”Garis hubung planet-Matahari akan menyapu daerah yang sama luasnya dalam selang waktu yang sama.
3.Hukum III Kepler:”Jarak rata-rata planet ke Matahari pangkat tiga dibagi periode sideris kuadrat merupakan bilangan konstan” atau “Pangkat dua kala revolusi planet sebanding dengan pangkat tiga jarak planet ke Matahari.

Koordinat pada Muka Bumi
Untuk menentukan letak suatu tempat di muka bumi kita mengenal adanya panjang geografi (sebagai absis) dan lebar geografi (sebagai ordinat), penerapannya dalam peta atau globe kita mengenal apa yang disebut sebagai garis lintang dan garis bujur. Garis lintang pada peta arahnya dari kiri ke kanan (absis/lintang) dan garis bujur arahnya dari bawah ke atas (ordinat/bujur).
Koordinat di Bola Langit
Tata Koordinat Horizon
Horizon adalah batas pemandangan atau kaki langit,merupakan pertemuan antara kaki langit dan permukaan bumi. Garis ini membentuk lingkaran dengan titik pusat di mana kita berdiri, sebagian bola langit berada di atas dan sebagian lagi ada di bawah horizon, sehingga dapat kita bayangkan bola langit yang besar dengan bumi sebagai pusatnya.


Tata Koordinat Khatulistiwa (tata koordinat equator)
Tata Koordinat Ekliptika
Bidang ekliptika dengan equator atau khatulistiwa langit membentuk sudut 23 ½ derajat. Titik potong antara busur ekliptika, busur, busur khatulistiwa langit dan busur horizon adalah titik aries (titik A)berimpit dengan titik B(barat) pada horizon.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar