Jumat, 02 Juli 2010

Badai Matahari (Solar Storm) dan Dampaknya Terhadap Bumi

http://www.adipedia.com/badai-matahari-solar-storm-dan-dampaknya-terhadap-bumi/


Badai matahari (solar storm) sangat mencemaskan banyak ahli astronomi, pasalnya hal tersebut dapat menyebabkan efek negatif pada bumi. Badai matahari berupa bintik hitam (sunspot) yang diikuti badai dan flare. Apa sebenarnya badai matahari itu dan bagaimana dampaknya terhadap bumi? Nah berikut ini penjelasan rincinya.

Badai matahari atau coronal mass ejection (CME)adalah proses keluarnya atau terlemparnya material dari korona matahari. Material yang keluar ini adalah plasma yang terdiri dari elektron dan proton (selain jumlah kecil dari unsur-unsur yang lebih berat seperti helium, oksigen, dan besi), ditambah medan magnet dari dalam dalam korona.

Sebagai pusat peredaran planet-planet di tata surya, matahari merupakan sumber energi bagi makhluk di bumi. Energi itu dihasilkan dari reaksi termonuklir untuk mengubah hidrogen menjadi helium yang terjadi di dekat inti matahari. Suhu di bagian pusat matahari yang terdiri dari gas berkerapatan 100 kali kerapatan air di bumi itu, mencapai 15 juta derajat Celsius.

Proses terjadinya badai matahari

Sebagai pusat peredaran planet-planet di tata surya, matahari merupakan sumber energi bagi makhluk di bumi. Energi itu dihasilkan dari reaksi termonuklir untuk mengubah hidrogen menjadi helium yang terjadi di dekat inti matahari. Suhu di bagian pusat matahari yang terdiri dari gas berkerapatan 100 kali kerapatan air di bumi itu, mencapai 15 juta derajat Celsius.

Di dalam perut matahari terjadi rotasi dan aliran massa atau konveksi yang memengaruhi gaya magnetnya. Pada aktivitas tinggi, gaya magnet ini bisa terpelintir atau berpusar hingga menembus permukaan matahari membentuk kaki-kaki, yang tampak bagai bintik hitam.

Bintik hitam matahari memiliki diameter sekitar 32.000 kilometer, umumnya terdiri dari dua bagian, yaitu bagian dalam yang disebut umbra, berdiameter 13.000 km atau seukuran diameter rata-rata bumi dan bagian luar disebut penumbra yang garis tengahnya kurang lebih 19.000 km. Suhu penumbra lebih panas dan warnanya lebih cerah dibanding umbra.

Suhu gas yang terbentuk di lapisan fotosfer dan kromosfer di atas kelompok bintik hitam itu naik sekitar 800º Celsius di atas suhu normalnya. Akibatnya, gas ini memancarkan sinar lebih besar dibandingkan dengan gas di sekelilingnya.

Setelah beberapa hari, pelintiran magnetik ini terpecah menjadi beberapa pelintiran lebih tipis. Masing-masing bergerak melintasi permukaan ke berbagai arah hingga menghilang.

Seperti di bumi, di permukaan matahari pun terjadi badai. Badai matahari (solar storm) terjadi di daerah kromosfer dan korona berada di atas kawasan munculnya bintik-bintik hitam. Beberapa badai matahari juga muncul ketika terjadi ledakan cahaya atau flare. Ketika flare muncul, terjadi pelepasan sejumlah besar energi. Umumnya, kian banyak bintik hitam terbentuk, maka flare pun makin banyak.

Dampak

Flare yang mengeluarkan partikel kecepatan tinggi dalam badai matahari menyebabkan timbulnya tekanan pada magnetosfer bumi hingga mengakibatkan badai magnetik di bumi. Fenomena ini mengganggu komunikasi radio dan membuat jarum kompas berputar liar di bumi.

Badai matahari 2001 (image credit: wikipedia)

Bintik hitam matahari dan flare, menurut Sri Kaloka, Kepala Pusat Pengamatan Dirgantara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), telah menimbulkan dampak berarti di beberapa wilayah di bumi terutama di lintang tinggi karena meningkatnya elektron di lapisan ionosfer. Tahun 1980-an, misalnya, pembangkit listrik di Quebec, Kanada, padam akibat terpengaruh badai matahari.

Gangguan di lapisan ionosfer di ketinggian 60 km-6.000 km dari permukaan bumi ini juga menyebabkan kekacauan dalam penyampaian sinyal komunikasi frekuensi tinggi, yang menggunakan lapisan itu sebagai media pemantul sinyal. Sistem navigasi dengan satelit global positioning system menjadi tidak akurat.

Jumlah bintik hitam yang tampak dari pengamatan dari bumi bervariasi, dari 1-100 titik. Bintik ini butuh waktu 11 tahun untuk mencapai jumlah tertinggi, lalu menurun lagi. Periode ini disebut siklus bintik matahari.

Sri Kaloka mengingatkan, puncak jumlah bintik hitam dapat terjadi lagi tahun 2011. Karena itu, semua pihak yang berkaitan dengan potensi dampak hendaknya mengantisipasi.

Data pemantauan bintik matahari dan flare terpantau di Pusat Pengamatan Dirgantara Lapan di Tanjungsari, Sumedang, sejak stasiun itu beroperasi 1975. Data itu dapat dimanfaatkan semua pihak yang berkepentingan. Hasilnya dikirimkan ke Bank Data di Swiss, urai Sri.

Periode dingin

Dalam kondisi ekstrem, baik tinggi maupun rendah, bintik hitam atau flare memberi dampak buruk bagi kondisi di bumi. Saat ini kejadian bintik hitam, menurut Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Mezak Ratag, justru dalam titik terendah.

Bintik hitam adalah indikator aktivitas matahari. Bila sedikit jumlahnya, energi yang dipancarkan matahari berkurang, yaitu 0,1 persen pada cahaya tampak, tetapi bisa puluhan persen pada ultraviolet. Kejadian bintik matahari bisa berkurang akibat menurunnya aktivitas dinamo matahari, konveksi, dan atau tekanan radiasi dari reaksi nuklir di pusat matahari.

Dalam beberapa tahun terakhir terjadi anomali aktivitas matahari itu. Hanya beberapa hari saja dalam dua tahun terakhir ini terpantau aktivitas bintik matahari, ujar Mezak. Kondisi permukaan matahari hampir tanpa sunspot dalam beberapa tahun terakhir itu dikhawatirkan mengarah pada minimum Maunder kedua setelah kejadian pendinginan global sekitar tahun 1600-an.

Rendahnya aktivitas matahari berarti berkurangnya suplai panas ke bumi secara rata-rata global dalam skala waktu tahunan bukan harian atau bulanan. Akan tetapi, pemanasan lokal masih bisa terjadi. Seperti beberapa bulan terakhir, suhu laut di bagian timur agak hangat, urai Mezak.

Berkurangnya suplai energi dari matahari pada bumi menyebabkan berkurangnya pemanasan lautan, berarti pula penguapan air laut yang akan menjadi hujan pun rendah.

Menurunnya suplai energi matahari juga melemahkan monsun. Gerakan angin monsun terjadi karena perbedaan panas antarlautan dan benua berdasarkan posisi garis edar matahari.

Pengaruh matahari ini tidak berkorelasi dengan peningkatan suhu udara beberapa pekan terakhir. Tingginya suhu udara di bumi disebabkan tingginya uap air, tetapi sedikit yang terbentuk menjadi awan, sedangkan matahari sudah di lintang selatan. Cahaya matahari sampai ke permukaan bumi tanpa halangan awan. Namun, inframerah yang dipancarkan ke bumi tertahan uap air sehingga menaikkan suhu. Uap air banyak dari laut.

Itu dijelaskan Mezak selaku Executive Panel Riset Monsun Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada pertemuan WMO di Beijing, Selasa (21/10), berdasarkan laporan sejumlah ilmuwan dari AS, China, dan Australia. Mereka mengatakan, ada tren pelemahan monsun di berbagai tempat di bumi. Di Indonesia, kondisi itu mengakibatkan pelemahan monsun rata-rata dalam beberapa tahun terakhir, tetapi variasinya dari tahun ke tahun bisa besar, tambahnya.

Senin (20/10), Pusat Data Aktivitas Matahari (SIDC) di Belgia menghentikan peringatan All Quiet Alert, karena peneliti di sana mendeteksi adanya aktivitas di matahari. Namun, laporan ini belum final, mengingat banyak pakar astrofisika matahari meyakini perioda aktivitas rendah ini masih akan berlangsung lama hingga berdampak pendinginan global (global cooling).

Pada kondisi belakangan ini, China mengalami musim dingin paling dingin dalam 100 tahun terakhir, Amerika Utara mencatat rekor tinggi salju, Inggris mengalami April terdingin.

Kondisi ini bukan pertama kali ini terjadi. Dari catatan sejarah, tahun 1645-1715 matahari hampir tanpa bintik, aktivitasnya sangat lemah. Pada kurun waktu itu, suhu permukaan global sangat rendah sehingga dinamakan Zaman Es Kecil.

Referensi: http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1224679057&12, http://en.wikipedia.org/wiki/Coronal_mass_ejection


Senin, 28 Juni 2010

Proses Terbentuknya Galaksi

Bila kita memandang langit yangtidak ada bulan pada malam yang gelap dan bersih dari awan maka disamping melihat ribuan bintang yang berkelip itu, kita akan melihat sebangsa awan atau kabut putih yang panjang diatas kita. Kabut itu dikenal dengan milky way atau kabut susu atau lebih terkenal lagi dengan bima sakti. Sepintas lalu kelihatannya seperti awan yang samar-samar, namun bila diperhatikan agak lama akan tampaklah berates-ratus kelap kelip kecil memenuhi kabut itu dimana benda yang kelap kelip itu sesungguhnya tak lain adalah bintang –bintang juga. Bima sakti yang terdiri dari kumpulan bintang-bintang itu disebut galaksi. Galaksi sebenarnya merupakan kumpulan bintang yang jumlahnya bermilyar-milyar, hanya karena jauhya letak bintang-bintang tadi maka tampaknya seolah-olah seperti awan atau kabut.
Penemuan Baru tentang Proses Pembentukan Galaksi Kerdil (Dwarf Galaxy)
NASA's Galaxy Evolution Explorer reveals, for the first time, dwarf galaxies forming out of nothing more than pristine gas likely leftover from the early universe. Credit: NASA/JPL-Caltech/DSS

Astronom, dengan menggunakan Galaxy Evolution Explorer (GALEX) milik NASA, telah menemukan galaksi baru di rasi Leo yang kelihatannya terbentuk dari gas yang hanya sedikit mengandung materi gelap (dark matter) dan unsur logam. Gas ini mungkin merupakan gas sisa awal pembentukan alam semesta. Sebelumnya, diperkirakan bahwa materi gelap dan unsur logam merupakan unsur pembangun (building block) untuk pembentukangalaksi.

Galaksi kerdil adalah kumpulan bintang-bintang berskala relatif kecil yang seringkali mengorbit galaksi lain yang lebih besar (misalkan : LMC dan SMC yang mengorbit galaksi kita, Milky Way). Meskipun belum pernah teramati sebelumnya, para peneliti mengatakan bahwa galaksi kerdil tipe baru ini mungkin umum ada di epoch alam semesta yang lebih jauh dan lebih awal (karena semakin jauh jaraknya, semakin jauh kita melihat ke masa lampau). Hal ini disebabkan pada masa (epoch) ini, gas yang mengandung sedikit materi gelap dan unsur logam masih banyak.

Galaksi kerdil yang baru ini ada di konstelasi (rasi) Leo, berupa sebuah kumpulan gas raksasa yang terdiri dari hidrogen dan helium. Awan gas ini diperkirakan adalah objek primordial, yang merupakan sisa material dari masa lalu yang tidak berubah sejak awal alam semesta.

Objek ini telah diamati selama beberapa dekade menggunakan teleskop bertaraf dunia, yang beroperasi pada daerah gelombang radio dan optik. Sebelumnya, tidak pernah teramati adanya bintang di daerah tersebut tetapi ketika diamati dengan Galaxy Evolution Explorer yang sangat peka terhadap panjang gelombang ultraviolet, teramati bukti adanya proses pembentukan bintang raksasa (massive star). Hal ini tidak pernah diduga sebelumnya, ada peristiwa pembentukan galaksi dari sebuah awan gas primordial.

Alam semesta lokal kita mengandung dua galaksi besar, Milky Way (Bimasakti) dan galaksi Andromeda. Masing-masing galaksi mengandung ratusan milyar bintang. Selain itu, ada juga galaksi Triangulum yang mengandung puluhan milyar bintang. Alam semesta lokal kita juga mengandung lebih dari 40 galaksi kerdil, yang hanya memiliki beberapa milyar bintang. Materi gelap yang tak terlihat, terdeteksi dari pengaruh gravitasi-nya, adalah komponen yang utama dari kedua tipe galaksi tersebut, galaksi besar dan kerdil, dengan perkecualian jenis tidal dwarf galaxy.

Tidal dwarf galaxy terkondensasi dari gas yang didaur ulang dari galaksi lain dan telah dipisahkan dari materi gelap, yang semula terkait dengan gas tersebut. Jenis galaksi ini terbentuk ketika terjadinya tabrakan antar galaksi dan interaksi gravitasi antara kedua galaksi yang bertabrakan tersebut. Material galaksi ditarik menjauh dari galaksi induknya dan bagian halo galaksi yang mengandung materi gelap.


Bagian-bagian sebuah galaksi spiral




Dua galaksi yang sedang bertabrakan
Karena kekurangan unsur materi gelap, galaksi baru yang diamati di rasi Leo tersebut menyerupai tidal dwarf galaxy (galaksi yang terbentuk akibat gaya pasang surut (tidal force) ketika terjadi tabrakan antar galaksi) tetapi memiliki perbedaan yang mendasar (fundamental). Material gas yang membentuk tidal dwarf galaxy merupakan sisa material dari sebuah galaksi, yang telah diperkaya dengan unsur logam (unsur yang lebih berat daripada helium) yang diproduksi seiring proses evolusi bintang (bintang raksasa di akhir hidupnya akan melepaskan unsur logam saat meledak menjadi supernova). Galaksi yang ditemukan di rasi Leo tersebut terbentuk dari material gas yang tidak memiliki kandungan unsur logam. Penemuan ini akan memberikan tantangan baru untuk bagi astronom untuk mempelajari proses pembentukan bintang dari gas yang belum diperkaya dengan unsur logam.

Material gas yang masih murni (seperti yang ditemukan di Leo Ring) mungkin merupakan hal yang umum di masa alam semesta yang lebih awal dan hal ini akan berakibat pada lebih besarnya kemungkinan pembentukan galaksi kerdil yang kekurangan materi gelap dan unsur logam.

Sumber : Universe Today

Ahli Astronomi
Edwin Hubble
Nu Mayal
Harlow Shapley
Dasar Teori Terbentuknya Alam Semesta
Dasar teori terbentuknya alam semesta dapat digolongkan kedalam tiga teori yaitu teori kesadaran tetap, teori dentuman besar dan teori osilasi. Teori keadan tetap menekankan bahwa alam semesta sama dimanapun dan bilamanapun atau dengan kata lain tidak berawal dan tidak berakhir yaitu sama dimana-mana dan sama setiap saat. Teori dentuman besar menekankan bahwa pada suatu materi yang ada di alam semesta terpadu dalam satu bola raksasa atau Ylem, dalam bola raksasa ini terjadi fusi Hidrogen menjadi Helium dan alam selalu mengembang dan menipis dan terjadi ledakan yang besar. Teori osilasi meneankan bahwa semua materi dalam alam semesta bergerak saling menjauh lalu berhenti dan mampat demikian terus berulang-ulang.

Komet
Komet termasuk keluarga matahari, nyatanya komet yang pernah Nampak pada suatu waktu akan Nampak kembali. Komet yang terkenal adalah komet Halley yang periodenya tiap 75 tahun, yang telah diamati sejak 239 SM. Terakhir terlihat pada tahun 1910 dan tahun 1986.
Komet adalah benda langit yang sifatnya rapuh, karena itu komet mudah pecah.
Keadaan fisik komet yang berupa materi komet terdiri dari materi meteoric(1/3 bagian) dan materi gembur(mudah menguap) yang merupakan senyawa H, C, N, dan O.
Inti komet berdiameter antara 1 sampai 100 km tampak cemerlang pada bagian kepala komet. Ekor komet adalah materi yang tertiup oleh angin matahari(semburan partikel dari matahari), karenanya kedudukan ekor komet selalu menjauhi matahari.

Asteroid
Asteroid adalah benda langit kecil dan padat yang terdapat dalam sistem tata surya kita.Asteroid adalah contoh dari sejenis planet kecil (atau disebut juga planetoida), namun jauh lebih kecil dari sebuah planet.
steroid berada dalam sebuah sabuk antara Mars dan Yupiter yang disebut sabuk asteroid.
Selama 200 tahun Ceres dianggap sebagai asteroid terbesar. Namun pada 23 Agustus 2001, telah ditemukan asteroid yang lebih besar daripada Ceres. asteroid ini bernama 2001 KX 76, lintasan orbitnya di dekat Pluto. Asteroid yang paling kecil mempunyai diameter beberapa puluh meter.
Meteor
Pada malam hari yang cerah sering kita melihat cahaya setitik berkelabat di langit, orang menyebutnya”bintang beralih”. Sebenarnya benda itu bukan bintang, melainkan benda lluar bumi (berupa partikel padat) yang menerobos atmosfer bumi. Gesekan dengan udara menyebabkan menguapnya benda itu dan pijaran udara di sekelilingnya, peristiwa itu disebut meteor.
Ada definisi atau terminology yang digunakan berkaitan masalah meteor.
Meteorid : benda luar bumi itu ketika masih dalam ruang angkasa atau dalam atmosfer (sering pula disebut meteor)
Meteo : peristiwa berkelebatnya cahaya itu ketika melintasi atmosfer
Meteorit : benda itu, bila jatuh sebelum terbakar habis ketika mencapai permukaan bumi.

Planet
Planet adalah suatu benda gelap yang mengorbit sebuah bintang(Matahari).
Pengelompokan planet:
Berdasarkan dijadikannya Bumi sebagai pembatas;
Planet Inferor,yaitu planet yang orbitnya di dalam orbit Bumi mengitari Matahari.Planet yang termasuk planet inferior adalah Merkurius dan Venus.
Planet Superior,yaitu planet yang orbitnya berada di luar orbit Bumi mengitari Matahari.Planet yang termasuk planet superior adalah Mars, Yupiter, Saturnus ,Uranus, Neptunus, dan Pluto.

Berdasarkan dijadikannya lintasan asteroid sebagai pembatas;
Planet Dalam,yaitu planet yang orbinya di sebelah dalam lintasan asteroid.Yang tergolong planet dalam adalah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
Planet Luar,yaitu planet yang orbitnya di sebelah luar lintasan asteroid.Anggota planet luar adalah Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.
Berdasarkan ukuran dan komposisi bahan penyusunnya;
Planet Terestrial/Kebumian,yaitu planet yang ukuran dan komposisi penyusunnya (batuan) mirip dengan Bumi.Yang termask planet terrestrial adalah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
Planet Jovian/Raksasa,yaitu planet yang sangat besar dan komposisi penyusunnya mirip Yupiter(terdiri dari sebagian besar es dan gas hydrogen).Yang tergolong dalam planet Jovian adalah Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Hukum Gerakan Planet:
1.Hukum I Kepler:”Orbit(lintasan dalam mengitari Matahari) planet berbentuk elips dengan Matahari berada pada salah satu titik apinya.
2.Hukum II Kepler:”Garis hubung planet-Matahari akan menyapu daerah yang sama luasnya dalam selang waktu yang sama.
3.Hukum III Kepler:”Jarak rata-rata planet ke Matahari pangkat tiga dibagi periode sideris kuadrat merupakan bilangan konstan” atau “Pangkat dua kala revolusi planet sebanding dengan pangkat tiga jarak planet ke Matahari.

Koordinat pada Muka Bumi
Untuk menentukan letak suatu tempat di muka bumi kita mengenal adanya panjang geografi (sebagai absis) dan lebar geografi (sebagai ordinat), penerapannya dalam peta atau globe kita mengenal apa yang disebut sebagai garis lintang dan garis bujur. Garis lintang pada peta arahnya dari kiri ke kanan (absis/lintang) dan garis bujur arahnya dari bawah ke atas (ordinat/bujur).
Koordinat di Bola Langit
Tata Koordinat Horizon
Horizon adalah batas pemandangan atau kaki langit,merupakan pertemuan antara kaki langit dan permukaan bumi. Garis ini membentuk lingkaran dengan titik pusat di mana kita berdiri, sebagian bola langit berada di atas dan sebagian lagi ada di bawah horizon, sehingga dapat kita bayangkan bola langit yang besar dengan bumi sebagai pusatnya.


Tata Koordinat Khatulistiwa (tata koordinat equator)
Tata Koordinat Ekliptika
Bidang ekliptika dengan equator atau khatulistiwa langit membentuk sudut 23 ½ derajat. Titik potong antara busur ekliptika, busur, busur khatulistiwa langit dan busur horizon adalah titik aries (titik A)berimpit dengan titik B(barat) pada horizon.



Planet-planet

http://www.harunyahya.com/malaysian/keindahan3.ph

Kami telah menjelaskan sebelum ini, planet ialah objek-objek angkasa yang mengelilingi bintang-bintang. Di dalam bahagian ini, kita akan mengkaji planet-planet di dalam Sistem Suria di mana Bumi kita berada. Jika kita anggarkan Sistem Suria ini sebagai sebuah bulatan, matahari berada di tengahnya.

Pluto adalah planet yang berada paling jauh daripada pusatnya. Pluto adalah planet paling kecil dan paling jauh daripada matahari. Pemerhatian ke atas planet ini amat sukar, dan teleskop Hubble hanya dapat menunjukkan beberapa maklumat dasar permukaannya. Planet ini sangat sejuk. Suhunya adalah sekitar -238°C. Pada musim sejuk, ketika suhu Bumi jatuh di bawah -2 atau -3°C, ia menjadi beku. -238°C adalah suhu yang 100 kali ganda lebih sejuk daripada suhu yang Bumi dapat terima pada musim sejuk. Kesejukan seperti ini boleh memusnahkan kita. Dari luar, Pluto kelihatan seperti sebiji bola yang diseliputi ais.


Menghampiri matahari, kita akan bertemu pula dengan Neptun. Planet ini juga sejuk; suhu permukaannya adalah sekitar -218°C. Atmosferanya mengandungi gas-gas yang beracun kepada manusia. Di samping itu, ribut-ribut menakutkan mencapai 2,000 kilometer (1,250 batu) per jam berlaku di permukaannya.

Bergerak sedikit ke arah matahari, di tengah-tengah bulatan, kita bertemu dengan Uranus. Uranus adalah planet ketiga terbesar di dalam Sistem Suria. Suhu atmosferanya ialah -214°C, bererti planet ini cukup sejuk untuk membekukan kita semua dalam masa sesaat. Atmosferanya mengandungi gas-gas beracun yang sama sekali tidak menyokong hidupan.

Jika kita meneruskan perjalanan kita ke arah matahari, kita akan bertemu pula dengan Zuhal. Planet ini, yang merupakan planet kedua terbesar di dalam Sistem Suria, dikenali dengan sistem gegelang yang mengelilinginya. Gegelang ini diperbuat daripada gas-gas, batu-batu dan ais. Suhu di planet ini juga tidak sesuai untuk hidupan: -178°C.

Apabila kita semakin merapati matahari, kita akan berjumpa dengan Musytari, planet terbesar di dalam Sistem Suria. Musytari adalah 11 kali lebih besar daripada Bumi. Keadaan di planet ini juga tidak sesuai untuk hidup, dan ia terlalu sejuk.

Selepas Musytari ialah Marikh. Marikh adalah sebuah planet mati yang tidak sama dengan Bumi. Marikh tidak mempunyai sebarang hidupan. Ini berpunca daripada beberapa sebab: Pertama, atmosfera Marikh adalah campuran beracun mengandungi karbon dioksida pekat. Kedua, tiada air di planet ini. Ketiga, suhu Marikh ialah -53°C. Akhir sekali, terdapat angin kuat dan ribut pasir di Marikh yang berlaku selama berbulan-bulan.


Planet biru yang muncul di hadapan kita selepas Marikh ialah Bumi kita. Kami akan memberikan perhatian terhadap planet kita Bumi ini pada bab terakhir nanti. Sementara itu, kami ingatkan kamu satu fakta: Bumi kita adalah satu-satunya planet yang membenarkan organisma hidup.

Terus mara ke arah matahari, pencarian kita membawa kita kepada sebuah planet yang dinamakan Zuharah. Zuharah adalah objek angkasa paling terang selepas matahari dan bulan. Oleh itu, manusia telah mengenalinya semenjak berzaman dahulu. Walaupun semua planet sejauh Zuhal telah dikenali manusia sejak dahulu, tetapi Zuharah kelihatan lebih terang dan jelas sama ada di langit waktu pagi atau petang. Tidak seperti planet-planet lain, Zuharah sangat panas. Suhu permukaannya ialah 450°C, yang cukup untuk meleburkan timah. Ciri-ciri lain Zuharah ialah atmosfera beratnya yang terdiri daripada satu lapisan karbon dioksida pekat. Di samping itu, atmosfera Zuharah juga mengandungi lapisan asid beberapa kilometer dalam. Tidak ada organisma yang dapat hidup di tempat seperti ini walau sesaat.

Selepas Zuharah, kita sampai pula ke Utarid, planet paling hampir dengan matahari. Putarannya menjadi perlahan oleh kedudukannya yang hampir dengan matahari sehinggakan ia hanya melakukan tiga putaran apabila ia mengelilingi matahari dua kali. Kerana itu satu bahagian planet ini sangat panas sementara sebahagian yang lain pula terlalu sejuk. Perbezaan di antara bahagian siang dan malam di Utarid ini ialah 1,000°C. Sudah tentu keadaan seperti ini tidak menyokong hidupan.

Pencarian kita setakat ini telah mendedahkan bahawa selain Bumi, tidak satu pun planet-planet di dalam Sistem Suria ini memberikan apa yang diperlukan untuk hidup. Semuanya tidak berpenghuni dan kosong. Bagaimanapun, dunia kita adalah sebuah planet yang menghasilkan semua keperluan untuk hidup. Dengan hutan hijau dan lautan birunya, ia kelihatan cantik dari angkasa. Angkasawan pertama ke bulan terperanjat dengan warna-warni dan cahaya bumi.


Kamis, 03 Juni 2010